Daratan Selayar Mulai Terkikis Akibat Maraknya Penambangan Pasir Pantai

Penambangan pasir laut di sepanjang pantai barat Selayar semakin marak dan tidak terkontrol. Malah semakin gencar, dimana penambang pasir yang dulunya hanya menggunakan skop dan peralatan manual, kini menggunakan alat berat eskavator. Akibatnya belasan kilometer pantai tergerus dan terkikis  hingga belasan meter memasuki daratan. 
Malah di pantai tanjung Sumingi kecamatan Buki dan Tangkala kecamatan Bontomanai telah terjadi abrasi pantai hingga memasuki badan jalan poros nasional di tempat tersebut. Dalam setahun terakhir diperkirakan jutaan kubik ton pasir pantai di sepanjang pantai barat telah ditambang untuk kebutuhan pembangunan.

Andi Fajar Direktur Lingkar Hijau Institue yang merupakan lembaga pemerhati lingkungan di Kabupaten Kepulauan Selayar menyatakan bahwa kegiatan penambangan pasir pantai di sepanjang pantai Kecamatan Bontomanai, Kecamatan Buki dan Kecamatan Bontomatene serta Kecamatan Bontosikuyu sangat membahayakn lingkungan. Yang nantinya akan menjadi salah satu penyebab runtuhnya bagian dinding pantai barat Selayar dan bisa saja menyebabkan tenggelamnya pesisir barat pantai Selayar. Hal ini sudah terlihat adanya pantai yang tengelam akibat pengerukan pasir pantai secara besar-besaran. Misalnya di Pantai Tangkala Kecmatan Bontomanai dan Pantai Sumingi di Kecamatan Buki. Air laut pasang telah hampir sampai ke badan jalan poros karena menenggelamkan daratan di sebelah baratnya sekitar 10 sampai 15 meter dalam 5 tahun terakhir ini. Perkiraan kami bahwa tahun depan jalan nasional di poros Tanjung Sumingi akan tenggelam bila hal ini tidak segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Kami sangat sesalkan bila hal ini mendapat izin dari pemerintah, karena nyata -nyata merusak lingkungan dan habitat di sekitar pantai.
Dia menambahkan, aktivitas pengerukan ataupun penambangan dipastikan akan berpengaruh pada ekosistem di sekitarnya. ”Pasti berpengaruh ke ekosistem, apalagi  kalau penambangannya semakin besar tandasnya.
Andi Fajar menyatakan bahwa Lingkar Hijau akan mendesak agar dibentuk tim kajian yang independen untuk menganalisis dampak yang ditimbulkan eksploitasi pasir laut tersebut saat ini. Kajian itu pun harus transparan sehingga publik bisa tahu dan menjadi acuan pemerintah untuk membatalkan penambangan jika memang menimbulkan dampak yang merusak. ”Harus dibentuk tim independen untuk melakukan kajian dan harus transparan,” tegasnya.

Meski telah dilarang namun aktivitas penambangan pasir yang dilakukan warga untuk kebutuhan bangunan masih saja terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar di bidang pertambangan kepada Rakyat Sulsel mengaku sementara melakukan koordinasi untuk melakukan pelaranagan dan pemberian sangsi kepada pelaku. Sementara untuk pengusaha yang telah berizin akan diperingati agar tidak melakukan kegiatan penambangan pasir secara besar-besaran di sepanjang pantai bila kemudian akan berakibat terjadinya kerusakan lingkungan. (R)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s