Diduga Ada Mafia" Lokal Kelola BBM Di Selayar

Suasana Antrian Warga Di Pangkalan Pertamina Benteng Pada Kamis (13/12)

Dari pantauan dan hasil pengamatan sejumlah pihak termasuk redaksi MC-I bahwa dalam setahun terakhir ini keberadaan BBM jenis premium di wilayah Kabupaten kepulauan Selayar tidak pernah normal. Kadang banyak dieceran namun harganya mahal mencapai sepuluh ribu rupiah bahkan lebih per botolnya dan kadang pangkalan resmi buka namun hanya sebentar hingga menyulitkan warga menikmati bahan bakar secara normal. Padahal keberadaan BBM jenis premium diwilayah Kabupaten Kepulauan ini telah mendapatkan subsidi apbd Selayar setiap tahun angaran dalam beberapa tahun terakhir sebagai penganti biaya transportasi diluar subsidi resmi dari pemerintah pusat. Namun belum diketahui siapa yang menikmati kucuran dana subsidi apbd Selayar ini.  
Seperti pada sepekan terakhir ini, keberadaan BBM jenis premium diwilayah Selayar boleh dibilang tidak normal. Selain karena pangkalan yang buka hanya beberapa jam saja perhari yang menyebabkan antrian setiap pangkalan buka juga karena pembeli atau warga yang antri hanya diberi jatah sepuluh ribu rupiah per motor. Pangkalan ini hanya dibuka sebentar dengan alasan stok habis. Lantas untuk menutupi kebutuhan bahan bakar ribuan kendaraan di Selayar terpaksa harus ngecer dengan harga tinggi dengan takaran tak cukup.
Fahrul dan Salim warga Benteng Selayar yang ikut antrian dipangkalan resmi pertamina di Bua-bua utara mengaku hanya mendapatkan sepuluh ribu rupiah dan telah antri dengan meninggalkan motornya dipangkalan tersebut sejak kemarin sorenya.  Mereka mengaku bisa mendapat bensin lagi ditimur kota namun harus antri juga dengan  harga enam ribu rupiah. Ada memang yang tidak antri tapi harganya sudah sepuluh ribu rupiah ujar Salim.
Kepada media saat dihubungi melalui ponselnya, Patta Ungang pemilik salah satu pangkalan resmi Pertamina Selayar mengaku tidak enak badan dan meminta untuk menemui dikantornya besok jam 10 pagi. 
Bupati Kepulauan Selayar telah memerintahkan kepada jajaran Perindustrian dan perdagangan untuk tegas mengambil tindakan terkait keberadaan BBM, baik itu kepada pengecer maupun kepada pemilik pangkalan resmi pertamina.
Ditempat yang sama tepat didepan pangkalan resmi pertamina Selayar (12/12) A.Rahman salah seorang warga di Selayar menyayangkan adanya dugaan permainan dalam penyaluran BBM di wilayah Selayar sejak bertahun tahun lalu dan hingga saat ini belum bisa terbongkar. Malah dalam pejelasannya bahwa bukan saja dalam penyediaan stok dan penampakan kepublik tentang kuota yang sebenarnya kepada warga Selayar akan tetapi proses perizinan dan proses pengecer di wilayah kepulauan telah banyak yang menyimpang. Herannya kendati warga Selayar telah menjadi korban namun Pemerintah dan Pihak terkait masih berani memainkan peran peran tak berdosa dalam hal ini. Kami sangat kuat dugaan bahwa mereka para pihak yang seharusnya turun tangan menjadi pemerhati telah terlibat “.Atau mungkin saja ada Mafia dalam jatah resmi BBM warga Selayar” kuncinya.
Dilain tempat H.Daud kepada MCI menyatakan sangat kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk motornya dengan harga standar atau resmi. Malahan saya dapat harga sepuluh ribu perbotol ungkapnya kepada Mci. 
Dari data yang ada terkait hal kelangkaan BBM dan Subsidi BBM seta dugaan Penimbunan BBM dan Pemuatan BBM Illegal diwilayah hukum Kabupaten kepulauan Selayar dalam setahun terakhir telah ada sejumlah kasus yang hingga saat ini belum diketahui hasilnya. Malah pada pertengahan tahun 2012 ini sejumlah penyegelan drum bensin milik pertamina yang diduga bermasalah juga  tidak diketahui bagaimana perkembangannya. Saking sulitnya melakukan konfirmasi menyangkut keberadaan BBM di Selayar menyebabkan belum ada hasil konfirmasi resmi ke pihak terkait tentang hal ini. No ponsel Kapolres Selayar yang dibuka untuk layanan masyarakat juga tidak aktif sementara untuk melakukan konfirmasi langsung sangat sulit. Belum ada upaya nyata dari pihak keamanan untuk menindak tegas para pengecer yang menjual diatas harga yang sangat tidak wajar. Malah ada issu berkembang bahwa sejumlah pengecer didalam kota benteng Selayar mendapat pasokan jatah dari pihak pangkalan resmi dengan mengabaikan banyaknya warga yangv masih antri. Yang lebih lucu lagi adalah pangkalan dijaga aparat keamanan dari Kepolisian Selayar namun saat pangkalan ditutup tidak pada waktunya hal ini tidak menjadi catatan bagi pihak keamanan. Kedatangan kapal tengker pemuat bahan bakar juga sangat perlu pengawasan ketat ujar sumber.  Ada dugaan kuat bahwa persoalan jatah dan kuota bbm Selayar telah menjadi lahan bisnis tingkat tingi dan disinyalir kuat telah dimainkan oleh mafia minyak lokal. (R.01)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s