Pemerintah Diminta Lebih Perhatian Pada Karya Dan Peran Serta Pemuda Dalam Pembangunan Selayar

Ketua KNPI Kep.selayar 2012
Aji Sumarno

  Hari Sumpah Pemuda pada tahun 2012  menjadi sebuah bahan evaluasi bagi penggerak Pemuda di Kabupaten Kepulauan Selayar. Pasalnya selain tidak semarak dirayakan kebetulan tepat jatuh pada hari libur. Sehingga ini tentu saja menjadi salah satu penyebab sepinya peringatan hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Kepulauan Selayar yang dijadwalkan akan dilaksanakan upacara pada hari Senin (29/10). Selain sepi, peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Tahun ini juga dinilai tidak lagi menjadi salah satu dari Peringatan yang dijadwalkan ketat serta diperingati dengan berbagai event dan kegiatan, malah terkesan dilupakan. Jangankan melakukan persiapan, pelibatan organisasi pemuda dan Organisasi Masyarakat dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda sudah tidak lagi menjadi sebuah prioritas dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam hal ini mereka yang berkompeten mengatur dan menyusun program dan rencana kegiatan, buktinya kita akan liat besok dalam upacara Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Kantor Bupati Kep.Selayar, ujar Ketua KNPI Kep.Selayar Aji Sumarno kepada Rakyat Sulsel (28/10) yang pada kesimpulannya menyayangkan kurangnya perhatian dari Tupoksi pemerintah yang mengatur tentang kegiatan Kepemuadaan seperti di Lingkup Pemuda Dan Olah Raga Dinas Pendidikan Nasional Selayar. Saya sebagai ketua KNPI telah menyampaikan hal ini pada pemegang Tupoksi Pemuda Dan Olah Raga agar melibatkan organisasi pemuda karena ini adalah moment dimana nama pemuda secara nasional berkaitan erat  tegasnya. Insya Allah dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan para pengurus KNPI Kep.Selayar untuk membahas hal ini, ujar Aji.
 
  Ditempat terpisah Muh.Ruslan salah seorang penggerak generasi muda di Kecamatan Bontomatene Kab.Selayar mengungkapkan bahwa memang akhir-akhir ini perhatian pemerintah terhadap peran-peran generasi muda khususnya Pemuda dan Organisasinya sangat boleh disebut tidak ada perhatian. Malah boleh disebut bahwa Pemuda atau Generasi Muda saat ini menjadi sebuah obyek eksploitas oleh sebagian kalangan yang tidak melihat atau menghargai pemuda sebagai asset penerus cita-cita Bangsa. Misalnya saja dalam pergolakan politik dengan label pesta demokrasi yang menempatkan Pemuda sebagai pemilih pemula yang sangat penting untuk diberi pemahaman politik. Secara teori hal ini sangat betul tapi dibalik semua itu saya yakin ini adalah bagian dari eksploitas pemuda dalam mendulang suara kepada mereka yang menempatkan  pemuda tersebut tegas Muh.Ruslan. Menyangkut perhatian terhadap Pemuda yang dimaksud adalah bagaimana peran pemerintah kemudian merespon atau memberi sebuah harga pada karya-karya pemuda di daerahnya. Jangan malah kebalikannya, dimana di Selayar ini banyak peran serta Pemuda hanya sebatas peran saja tanpa ada feedback dari Pemerintah seusai peran selesai. Atau mungkin saya harus bilang bahwa Pemrintah Kabupaten Kepulauan Selayar perlu lebih perhatian lagi pada peran serta Pemuda khususnya Pemuda di Desa  karena selama ini memang ada perhatian tapi sedikit lagi ditambah ujar Muh.Ruslan. (R.02/10)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s