Proyek Pelabuhan Laut Jinato Selayar Menuai Masalah

Disekitar inilah lokasi pembangunan   pelabuhan Jinato

  Forum Peduli Selayar (FPS) melalui jurubicaranya Sigit Sugiman mendesak Pemerintah untuk menghentikan proyek pelabuhan laut Dermaga Jinato yang dibangun di Kecamatan Takabonerate Pasalnya proyek tersebut disinyalir kuat belum memiliki dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Selanjutnya  Proyek bisa dilanjutkan jika semua dokumen sudah dilengkapi termasuk semua aktivitas pendukung untuk kegiatan proyek misalnya pengolahan Tambang galian C di Pulau Kayuadi dan Pulaua Jampea dimana menjadi sumber material proyek tersebut. Pelaksana harus mampu menunjukan fakta berupa izin pengembangan. Jika ini dibiarkan akan merugikan seluruh rakyat Selayar karena dapat merusak ekosistim laut akibat penambangan yang membabi buta.

Sigit menjelaskan bahwa alasan penghentian sementara proyek APBN TA 2012 ini  harus dilakukan karena apa yang telah dilakukan pelaksana yakni PT Sujainco Surabaya  merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU No.32/2009 tentang Lingkungan Hidup. Dirinya menduga telah terjadi penyimpangan antara pelaksana proyek pelabuhan Jinato dengan izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang belum diketahui izin pembangunnannya dari mana. Kami sudah turun melakukan upaya penelusuran legalitas  pelaksanaan ke dinas Perhubungan dan pihak lingkungan Hidup namun tidak ada jawaban yang bisa menunjukkan legitimasi pembangunan proyek Jinato yang saat ini sementara berjalan. Misalnya di Dinas perhubungan kami telah menanyakan Kepala Bidang Laut yang menyatakan tidak ada kewenangan kami di daerah karena ini adalah proyek pusat.

Sigit menegaskan “Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan akan berpotensi merusak kawasan Taman Nasional Takabonerate yang jelas merupakan kawasan dilindungi negara dan yang paling ironis adalah lokasi pembangunan proyek pelabuhan ini berada di dalam kawasan zona inti taman dilindungi tersebut ,” tegasnya.
 Bahkan tidak menutup kemungkinan ada unsur pidana, jika setelah dilakukan cross chek ternyata terjadi penyimpangan. Khususnya terkait izin dan pelaksanaan yang berada di kawasan yang merupakan daerah terlindungi negara. Untuk sementara kami akan persiapkan laporan ke pihak berwajib bila himbauan pengehentian sementara tidak di indahkan.

Kepala Dinas Perhubungan Laut Kabupaten kepulauan Selayar saat dikonfirmasi  mengaku apa yang dilaksanakan di Jinato tidak sama sekali diketahui secara formal, memang saya tahu ada proyek APBN pembangunan dermaga di sana tapi saya tidak mempunyai kewenangan karena hal ini adalah proyek pusat ” tuturnya.

Sementara itu Ince Rahim, Kepala Bidang pertambangan dan Energi saat di hubungi menyangkut izin pertambangan proyek pelabuhan Jinato menyebut belum ada izin yang kami keluarkan untuk seluruh kegiatan pertambangan material bagi sebuah proyek. Menyangkut kemungkinan merusak lingkungan kami tidak berkewenangan.
kepala dinas perikanan dan kelautan Kabupaten kepulauan selayar yang dikonfirmasi melalui pesan singkat ke ponselnya terkait adanya pengerjaan proyek dermaga di Zona Intri Kawasan Nasional Tajkabonerate yang merupakan kewenangannya tidak memberi jawaban. ( R/L02/RS)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s