Ince Rahim :Bila Tidak Patuh Kami Akan Tempuh Langkah Hukum

Ince Rahim Kabid pertambangan

     Menyikapi maraknya penambangan material liar dan tambang batu kebutuhan material sejumlah proyek pembangunan di wilayah Kepulauan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan rapat Koordinasi selanjutnya  mengundang para pelaksana proyek termasuk pelaksana proyek bandara. Dalam arahan hasil pelaksanaan rapat mempersyaratkan agar memiliki izin penambangan . Setidaknya dalam waktu dekat ini hasil rapat akan kami aplikasikan dalam bentuk pembinaan setelah kami melakukan evaluasi lapangan dan monitoring. termasuk akan melakukan upaya hukum bila hal ini tidak di indahkan oleh para pengusaha pelaksana kegiatan mega proyek di wilayah Selayar, tegas Ince Rahim Sag MH. Kepala Bidang Pertambangan Pemkab kep.Selayar  sesaat seusai  rapat koordinasi tersebut.  
“Bupati yang meminpin langsung rapat tadi dan ini merupakan tanggapan atas banyaknya informasi yang diterima mengenai penggerusan batu dan pasir diwilayah kepulauan Selayar yang dimanfaatkan dalam proyek proyek pelabuhan udara dan dermaga, ujarnya kepada wartawan.
      
      Ince Rahim sebagai kepala Bidang pertambangan mengakui bahwa ratusan kubik batu dan pasir yang termasuk dalam Tambang Kelas C diwilayah Pulaua Kayuadi Kecamatan Takabonerate dan Pulau Jampea tidak semuanya dapat didata dan dimonitor termasuk aktivitas penggerusan, belum semuanya termonitor karena kondisi wilayah kita yang terpisah pisah, selain itu hal ini terjadi karena lemahnmya sistem pengawasan pemerintahan setempat. Setidaknya data dan jumlah sangat perlu kami monitor untuk mengupayakan meminimalisasi kerusakan atau kalau perlu diadakan rehab lingkungan dengan reboisasi secara berkesinambungan tegas Ince.  Jangan seperti saat ini yang terkesan membiarkan hal ini terjadi dan berlangsung cukup marak. Seperti informasi yang disampaikan LSM Forum Peduli selayar melalui Media bahwa telah berlangsung penggerusan lahan batu gunung dan pasir di wilayah Kayuadi  Kecamatan Takabonerate serta diwilayah pesisir Pulau Jampea bagian barat serta di wilayah Kayuangin terjadi pembongkaran lahan batu Gunung yang diangkut dengan kapal menuju lokasi proyek pembangunan Dermaga di Pulau Jinato. Hal ini menjadi bahan buat kami untuk segera turun melakukan monitoring dalam waktu dekat ini. 
 Dari alasan yang dikemukakan oleh pengusaha pelaksana proyek tersebut adalah mereka membeli dari penambang didaerah itu. Inikan bentuk ketidak berpihakan pengusaha pada lingkungan dan hanya mengutamakan keuntungan saja. Padahaltujuan pemerintah adalah melakukan pembinaan dengan pengupayaan izin pengolahan tambang galian C untuk upaya pendanaan pada saat nanti akan dilakukan reklamasi atau reboisasi lingkungan sekitar mereka menggerus bahan bahan material. 
  
 Selanjutnya Ince Rahim melalui media ini mengingatkan bahwa Pemerintrah Kabupaten Kepulauan Selayar tidak akan main main dalam hal pertambangan material batu dan pasir oleh para pelaksana proyek, khususnya para pengusaha pendatang agar tidak lari dari tanggungjawabnya membayar pajak tambang galian C dan lainnya. Bila tidak patuh maka kami tak segan menempuh langkah hukum tegasnya. 
Ince juga menjelaskan bahwa langkah-langkah cepat akan kami ambil guna monitoring ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Selayar. Dan ini telah mendapat respon positif dari Bapak Bupati Kep.Selayar    . (R/LO2/RS)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s