Terumbu Karang Jinato Di Kawasan Takabonerate Selayar Diambang Kehancuran

Sumber Gambar Google
 Keberadaan taman Nasional Takabonerate Selayar didalam areal kawasan laut terlindungi tidak menjamin akan bahaya kehancuran sejumlah karang dikawasan tersebut. Pasalnya roda pembangunan dikawasan yang merupakan kawasan lindung ini juga terkena imbasnya. Bila kemudian kerap terdengar kejadian illegal fishing dengan menggunakan bahan peledak dan bius menggunakan potasium sianida telah memporak porandcakan sejumlah kawasan terumbu karang oleh para nelayan, maka saat ini atau setidaknya dalam smester terakhir tahun 2012 ini bukan saja illegal fishing yang mengancam akan tetapi sebuah proyek pembangunan pelabuhan laut di Pulau Jinato yang anggararannya bersumber dari Apbn TA 2012 senilai puluhan Miliar Rupiah. 
 Dapat dibayangkan ketika sekali saja tiang pancang dermaga tersebut kemudian menimbulkan suara didalam laut maka berapa biota laut yang akan terganggu, demikian juga bila kapal-kapal pengangkut material kemudian melakukan bongkar muat dikawasan dangkal yang dipenuhi jejeran karang laut sepanjang perjalanan ke pulau ini kemudian rusak akibat goncangan. Bukan hanya itu, tetapi sumber dari materiual tersebut ternyata juga berada di dalam kawasan yang dilindungi negara. 
 Apalah jadinya bila kemudian hal ini tidak menjadi perhatian para pejabat dan wakil rakyat di daerah ini. Mungkin saja mereka belum pada tahu bahwa Pulau Jinato termasuk dalam Zona Induk Kawasan Taman Nasional Takabonerate yang didengung-dengungkan sebagai kawasan terindah ke dua di dunia. 
 Informasi kemudian beredar disejumlah media bahwa pelaksana proyek ini tengah mengupayakan pembebasan lahan warga yang telah terkena lokasi pelabuhan. bayangkan saja ketika pekerjaan telah berjalan, ternyata lahan warga saja belum terbebaskan, bagaiaman bisa memperhatikan kerusakan lingkungan yang tidak termasuk dalam RAB. Bila lahan warga yang merupakan langkah pertama dalam sebuah kegiatan dibebaskan tidak terpenuhi. bagaimana pula dengan Analisa dampak lingkungan yang harus dikantongi sebelum pekerjaan dimulai ? ternyata juga tidak dapat diperlihatkan. lantas apa yang membuat mereka begitu yakin tidak akan terjadi kerusakan lingkungan ? 
Warga setempat saja yang melakukan ketidak sengajaan dengan menumpah solar ke atas laut disekitar pulau ditegur bagaimana dengan penggunaan alat berat dalam pembangunan dermaga ? 
  Sejumlah pihak khususnya pemerhati lingkungan di Kabupaten Kepulauan Selayar hanya berharap agar pelaksana pekerjaan ini tidak kebablasan dan tidak melanggar karena imbasnya akan dikenai sangsi hukum tentunya. Menyangkut kepedulian lingkungan sejumlah lembaga sudah mulai bersuara untuk hal ini. Bagaimana dengan pihak berwajib ? kita tunggu saja nanti. (SRT)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayarterkini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s