Proyek Apbn 2012 Pelabuhan Laut Jinato Selayar Disinyalir Tanpa Amdal

Drs.Abd.Gani : Dprd Selayar Belum Dapat Penyampaian resmi.

Proyek pembangunan  puluhan Miliar Rupiah Tahun Anggaran2012 dengan Nilai Pagu PaketRp 87.000.000.000,00 saat dilelang oleh  Pemerintah pusat dengan nama Lelang Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Jinato memang diketahui oleh saya sebagai angota  Dprd Kep.Selayar namum secara kelembagaan Dprd Kep.Selayar tidak sama sekali mendapat penyampaian resmi dari pemerintahan, baik dari Pusat ataupun kabupaten ini  tegas Drs. Abd Gani , Wakil Ketua Dprd Kep.Selayar saat ini. Memang sangat riskan bila ada hal-hal yang terjadi pada proyek Apbn di Selayar, khususnya pada proyek-proyek dermaga di Kepulauan yang hinga saat ini belum diketahui perkembangannya. padahal dari sejumlah media pemberitaan ada sejumlah  kejadian kejadian sengketa lahan warga yang terkena lokasi proyek Apbn di Selayar.  Misalnya pada proyek dermaga Jinato kec.takabonerate ini, yang hingga sekarang lokasi lahan pelabuhan belum mendapat pembayaran sementara pemilik lahan telah menuntut untuk dibayarkan.
Hal lain yang kerap menjadi perbincangan adalah kondisi wilayah penambangan wilayah kepulauan dimana pada titik titik tertentu dijadikan sebagai sumber mengambil material batu dan pasir proyek proyek besar tersebut. Inikan tidak fair dan perlu penanganan. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan menyampaikn perihal ini kepada para Legislator di koisi yang membidangi pembangunan jelas Abd. Gani saat di hubungi  Kamis (18/10).

 Terkait lahan proyek Dermaga Jinato kec.Takabonerate hingga saat ini belum ada perkembangan yang berarti. Malah pemilik lahan memilih mengoceh Bossan dijanji terus oleh mereka yang bertugas pada Proyek ini, ” kami telah bertemu Pemerintah Kabupaten Kep.Selayar terkait dihadapan Bupati sebelum ada pekerjaan proyek  namun sampai adanya pekerjaan awal proyek saat ini tidak ada sama sekali pembuktian. Termasuk Kepala Desa Jinato yang kerap di sapa Pak Mus , membenarkan hal belum adanya pembesan lahan warga pemilik lahan di proyek bernilai puluhan Miliar Apbn TA 2012.  Untuk hal ini Kepala Desa Jinato meminta  menghubungi nomor Hp seorang pelaksana proyek Jinato.

Selain lahan yang rawan menimbulkan masalah di lokasi proyek dermaga Jinato,  pengadan material pun juga menjadi bahan perbincangan. Pasalnya material batu dan pasir didatangkan ke lokasi proyek dari pulau Kayuadi dan Jampea. Malah dalam pengadaan material proyek ini pengusaha memberlakukan sistem borongan dari seorang yang bernama Sukri. Hal ini menjadi keluhan  sejumlah warga yang bermaksud ikut mencari reseki dalam pengadaan materialnya. Mereka kecewa karena diberlakuka peraturan yang melarang menjual langsung bila ada yang bisa menyiapkan materialnya kepada kotraktor pelaksana tetapi harus melalui Sukri yang bukan warga Jinato. ” Inikan sama saja kami dijadikan penonton di kampung kami sendiri. Kan tidak wajar jadinya. Bila hal hal yang menjadi faktor kekecawaan warga Jinato ini tidak tertangani maka akan ada kemungkinan lahan warga yang berada di lokasi  terkena proyek dermaga Jinato akan ditutup oleh warga ujar Abdullah Kepala BPD Desa Jinato.

 Sementara itu Chaeruddin Kabid  laut yang dimintai konfirmasi data proyek pelabuhan Jinato mengaku tidak sama sekali mengetahui apalgi menyimpan datanya. Tanyakan langsung saja ke Perhubungan Pusat ujarnya.

 Dihubungi terpisah, Hisbulah dari Kplp Selayar membenarkan belum adanya tanda tanda selesai dari lima titik proyek pelabuhan di wilayah Kepulauan yang sumber anggarannya dari Apbn TA 2012. Sistem pengawasan sangat kurang akibat terbatasnya sarana untuk ke wilayah kepulauan. Untuk legalitas pelaksanaan proyek dermaga Jinato dirinya juga tidak mengetahui izin dari pembangunannya. Hanya menyebutkan bahwa Bupati Kepulauan selaar yang memberi izi membangun dermaga tersebut.

Perusahaan PT SJTC Surabaya Jawa Timur.disebut sebagai pelaksana proyek pelabuhan laut Jinato. Namun saat dikonfirmasi ke Rudi mengaku sebagai pelaksana operator komputer tidak dapat memberikan penjelasan secara lengkap terkait pelabuhan yang didanai dari Apbn TA 2012 tersebut. Selanjutnya seorang bernama Aleks yang mengaku sebagai anggota LSM meminta kepada media untuk tidak menanyakan hal-hal yang menyangkut proyek ini lagi. “saya juga LSM dan tidak usah kamu mencari cari kesalahan ” langsung menutup teleponnya.

 Sigit S Humas FPS saat dimintai komentar terkait ulah  oknum Aleks dan  dugaan yang dipertanyakan, langsung mempertegas dengan menyatakan menyesalkan ALeks yang berbuat dan berperilaku kaku sebagai seorang anggota LSM saat berlangsung kegiatan jurnalis. Malah Sigit menantang untuk melaporkan saja ke Pihak berwajib sebagai pelangaran UU pers  dengan modus melakukan pelecehan kepada seseorang yang sementara melaksanakan tugas Pers dan menghalang halangi tugas pers.  

Terkait dugaan dugaan terjadinya pelanggaran dalam penyiapan pekerjaan proyek APBN 2012 di pantai desa Jinato yang termasuk dalam Zona Inti kawasan Nasional Takabonerate sebagai kawasan dilindungi maka  kami akan  segara melakukan penelusuran dan akan mendesak pihak berwajib untuk turun langsung  melihat ke TKP. 
Sekaligus kami akan segera berkoordinasi dengan rekan rekan di Walhi Nasional untuk hal ini.  Ini sebuah hal yang akan menjadi barometer kemampuan sumber daya manusia di Selayar. Bila ini tidak ditindak lanjuti maka pastikan saja kita di Selayar bisa saja terus menjadi  bahan jualan miliaran rupiah dana negara. Contohnya ya ini di takabonerate. Miliaran Rupiah untuk Konservasi dan perlindungan terumbu karang telah dikucurkan selama hampir lima tahun terakhir, tiba tiba  hari ini Puluhan Miliar Rupiah kembali digelontorkan untuk menghacurkannya. (L/RS/01/MCI)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s