Bukan Sekap Tapi Sekat "

 Inilah yang kemudian menjadi sebuah dilema besar dalam menjadikan kalimat bahasa Indonesia dapat dijadikan alat komunikasi yang menjadikan orang lain bisa tahu maksud pembicara yang sebenarnya. Jangan sampai bahasa yang tidak ditempatkan sesuai peruntukannya bisa membuat orang lain salah mengerti dan malah akan salah faham serta tidak tahu kebenaran serta apa sebenarnya tujuan si pembicara. Demikian dijelaskan oleh Andi Iron, Host Cfm Selayar dalam  program radio interaktif pentingfnya pemahaman bahasa dalam kegiatan belajar menjadi wartawan.  
Contoh lain yang menjadi bahan tertawaan pendengar saat berlangsungnya acara adalah kata Bom menjadi Bon  yang kadang karena salah dalam pengucapan kemudian menjadi salah arti. Masih mending kalau salah arti, tapi kalau salah pengertian bisa lebih fatal jadinya. Misalnya lagi seseorang kemudian menulis tentang sebuah rumah yang dibangun penuh dengan sekap””” padahal maksudnya adalah sekat”. Dalam interakaktif kemudian terdengar banyak pendengar yang kemudian beratensi dengan memberikan sample sample yang maknanya sama. 
 Program ini berlangsung setiap akhir pekan hasil kerjasama Pengurus PPWI dan Forum Watawan Selayar yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. (TNY)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s