Pemilik Lahan Proyek Dermaga Jinato Selayar Bingung, Janji Pembayaran Belum Terlaksana

 Hingga saat ini belum ada penyelesaian pembayaran tanah milik warga, yang masuk dalam areal proyek pembangunan dermaga di pulau Jinato Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Sementara  pelaksanaan proyek miliaran rupiah dari Apbn TA 2012 ini telah berjalan. Malah lahan warga yang belum dibebaskan tersebut telah dijadikan tempat penampungan material proyek. Hal inilah yang menyebabkan pemilik lahan yang mengaku belum diberikan haknya sesuai janji pemerintah. Mereka  mulai protes kecil-kecil kepada Kepala Desanya dengan berupaya menanyakan  janji ganti rugi bagi pemilik lahan yang terkena areal proyek akan terealisasi sebelum pengerjaan. 
Kekhawatiran warga pemilik lahan yang terkena lokasi  pembangunan proyek dermaga Jinato yang mengaku mulai khawatir lahan mereka akan menjadi masalah. Pasalnya beberapa informasi yang mereka terima dari kerabat bahwa ada sejumlah lahan masyarakat yang terkena lokasi pembangunan proyek pemerintah khususnya dermaga yang menjadi masalah hingga ke meja hijau. Ini yang kami tidak mau terjadi ujar H.Amir dan Hj Bobi kepada media (6/7). . 
Menurut H.Bobi, mereka  telah menghubungi kades Jinato sebelumnya dan  menanyakan hal ini, namun hanya mendapat jawaban yang cukup membingungkan bahwa semuanya kembali kepada hasil pertemuan warga pemilik lahan dan Bupati Kep.Selayar beberapa waktu lalu. Yang dibalas dengan tegas oleh H.Amir bahwa kami sebagai pemilik lahan  belum sama sekali pernah menerima kesepakatan dengan Pemerintah mengenai harga lahan yang terkena proyek puluhan Miliar tersebut.
Bila ini semakin membuat kami bingung, maka kami akan membawa hal ini ke wakil rakyat di dewan, atau sekalian kami akan segera melapor ke pihak berwajib agar bisa memperjuangkan hak kami sebelum semuanya terlanjur, ujar H.Amir  warga Desa Jinato salah seorang pemilik lahan yang terkena dan terluas lahannya masuk dalam site plan pembangunan pelabuhan dimaksud.
 Menurut sumber di dinas perhubungan Selayar, bahwa nantinya dermaga  tersebut akan digunakan sebagai pelabuhan destinasi wisata ke Kawasan Nasional Takabonerate yang sumber anggarannya dari APBN TA 2012. Tender proyek tersebut bukan di Selayar tapi di pusat ujar Sumber.  Menyangkut adanya lahan warga yang belum terbebaskan, juga dibenarkan bahwa hal ini memang perlu mendapat perhatian serius karena sebelumnya juga ada sengketa lahan pembangunan dermaga yang hingga saat ini terpaksa belum dioperasikan. Sambil menunjuk ke lokasi pembangunan lahan dermaga Pelni Pamatata yang masih dalam sengketa. (R.01/E)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s