Proyek APBN Pengadaan Komputer Diknas Selayar Menuai Badai

Kasus Pengadaan Komputer Diselidiki Sembunyi-Sembunyi
Mantan Kepala Diknas Mengaku Pernah Diperiksa, Proyek Dinilai Tidak Prosedural

Seperti yang dilansir dari cakrawala media online yang memberitakan bahwa pihak Kepolisian resort (Polres) Kepulauan Selayar disebut-sebut tengah melakukan penyelidikan terhadap proyek pengadaan komputer  di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kepulauan Selayar, akan tetapi proses penyelidikan Polres terkesan sembunyi-sembunyi dalam mengendus proyek pengadaan komputer sebanyak 100 unit lebih yang menggunakan dana Ad Hock APBN tahun 2008 senilai hampir Rp 1 miliar yang ditengarai tidak melalui proses pelelangan.
Saharuddin, Kadis Diknas ketika proyek itu dilaksanakan sudah dimutasi menjadi Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat ini. Dia mengaku sudah pernah dimintai keterangan Polres Selayar, termasuk Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Ketua panitia lelang. “Saya pernah diminta ke­terangan penyidik Polres terkait proyek pengadaan komputer tahun 2008 itu bersama PPTK dan Ketua Panitia Lelang,” ungkap mantan Kepala Diknas. Hanya saja, ketika Inpektorat Sulsel melakukan pemeriksaan, tidak ditemukan pelanggaran, meskipun dia lupa besaran anggaran yang digunakan pada proyek itu. 
PPTK kegiatan itu, Saparuddin, kepada wartawan menyampaikan, pengadaan 100 unit lebih komputer itu sudah diterima ma­sing-masing sekolah sesuai peruntukannya. Termasuk sembilan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di lingkup Diknas Selayar.
Hanya saja, kata dia, ada yang mempersoalkannya karena proyek itu tidak melalui proses tender, sehingga Polres Selayar meminta keterangan terkait masalah ini dan semua dokumen sudah ada di tangan penyidik.
“Memang dalam dokumen penawaran ada enam perusahaan yang mendaftar, tapi itu hanya formalitas semata karena kegiatan pengadaan komputer ini ha­nya dilakukan  Dinas Pendidikan Nasional,” terang Saparuddin di Benteng.
Kepala Kepolisian Selayar, AKBP Setiady, ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, enggan memberikan penjelasan lebih jauh. Dia meminta agar masalah ini ditanyakan langsung kepada Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemerintah Kepulauan Selayar.
“Silahkan tanyakan langsung kepada  Ketua ULP Pemda Selayar,” pungkas perwira melati dua ini, seperti yang dilansir dari media Cakrawala Online.
 Sementara itu Arsil Ihsan, ketua FPS yang dimintai komentar terkait hal ini menyatakan telah lama mengetahui hal ini. Namun untuk kejelasan dan kebenaran atas adanya kasus yang ditangani oleh pihak Kepolisian, Arsil menyebut konfirmasi langsung saja ke pihak terkait yang dimaksud. (*/02)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s