Disinsentif BK Terus Gerus Pertambangan Mineral

Pengusaha tambang mulai mengeluhkan disinsentif bea keluar empat komoditas mineral yakni nikel, bijih besi, bauksit, dan pasir besi. Disinsentif adalah kebijakan membatasi ekspor empat komoditas mineral untuk menjaga cadangan tetap tersebut. Amirullah Abbas, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Makassar kepada media, mengatakan bahwa kebijakan tersebut menyusahkan pengusaha tambang. Dia mencontohkan pengelola tambang nikel yang selama ini mengekspor dalam bentuk ore akan tergerus oleh kebijakan tersebut.
Amirullah juga mengakui dalam praktik tambang ada jual beli izin. Jual beli izin ini, menurut dia, terjadi karena berbelit-belitnya proses perizinan sektor pertambangan. “Kita meminta kepada pemerintah untuk memberikan kemudahan perizinan, dan meninjau kembali disinsentif ekspor empat komoditas mineral,” urai pengusaha tambang nikel ore dan batu bara ini.

Selanjutnya Amirullah mengakui, tambang nikel ini tidak selamanya nikmat. Namun yang dia sesalkan, di saat kenikmatan mengelola tambang itu muncul di mana harga naik berlipat kali, justru pemerintah mengeluarkan kebijakan kontraversial. dan saat ini, harga nikal ore USD40 per ton sampai USD60 per ton. Nilai itu meningkat dua ratus persen dari tahun lalu yang hanya pada kisaran USD20 per ton dan maksimal USD30 per ton. “Bahkan pada puncaknya nantinya, nikel ore ini bisa menembus di atas USD60 per ton, untuk kadar 18 persen,” paparnya.

Menyikapi proses izin yang berbelit dan adanya jual beli izin tambang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Irman Yasin Limpo, mengatakan, di tingkat provinsi, tidak ada izin dan administrasi ekspor yang dibuat susah. Pemprov, kata dia, tetap mengacu pada standar aturan yanga ada.

“Tidak ada yang disusahkan. Soal pengurusan izin dan proses administrasi sudah sesuai prosedur. Masalah ekspor, kita tidak menyusahkan. Yang penting memenuhi prosedurnya,” kata Irman.

Dia mengakui, izin ekspor hasil tambang mineral sesuai kebijakan pemerintah pusat, memang banyak kelengkapan administrasinya. “Jadi itu bukan mempersulit tetapi kewajiban pengekspor,” ungkap Irman.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, bea keluar untuk ekspor bauksit, tembaga, nikel, bijih besi, dan pasir besi akan diterapkan secepatnya. “Ekspor besar-besaran komoditas-komoditas tersebut akan menghabiskan cadangan dan tidak mendorong industri hilirnya di Indonesia,” katanya.

Penerapan bea keluar adalah bagian dari program disinsentif Kementerian Perindustrian guna mendorong investasi di industri hilir masing-masing komoditas. “Rencana kami adalah mengefektifkan verifikasi ekspor, memberlakukan bea keluar dan targetnya melarang ekspor mineral-mineral tersebut setelah tahun 2014,” ucap Hidayat.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, Indonesia memiliki kandungan 700 juta ton bauksit, 1,7 miliar ton tembaga, 1,4 miliar ton nikel, 321 juta ton iron ore dan 32 juta ton iron sand.

Produksi bauksit per tahun mencapai 15 juta ton, nikel 3,27 juta ton, iron sand 1,9 juta ton dan iron ore sebanyak 8,6 juta ton yang semuanya ditujukan untuk pasar ekspor. Produksi tembaga konsentrat Indonesia tiap tahun sebanyak 2,8 juta ton, 1,7 juta ton di antaranya diekspor.

Mengenai rencana penerapan disinsentif bea keluar empat tambang mineral, Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) Martiono Hadianto mengatakan peraturan itu pasti menimbulkan implikasi. “Ini tampaknya akan memengaruhi lalu lintas perdagangan,” ujarnya akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan untuk kontrak ekspor barang tambang yang sedang berjalan saat ini tidak terkena dampaknya karena harganya sudah fixed. Tapi ke depannya, saat bea keluar diberlakukan, biasanya itu dibebankan ke eksportir dan harga ekspor bisa jadi lebih tinggi. ( sumber ; fajar online)

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi ke Admin Blog ini

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s