Bencana Angin Puting Beliung Menyerang Kepala Desa & Camat Terkesan Tutup Mata

Aksi saling tuding dan menyalahkan di kalangan aparat pemerintah kecamatan mewarnai rangkaian bencana angin puting beliung dan badai gelombang pasang yang sudah beberapa pekan terakhir melanda Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dikonfirmasi wartawan sekaitan dengan data kerusakan rumah di wilayahnya Camat Bontosikuyu, Drs. Suardi menyatakan, hingga saat ini, pemerintah kecamatan belum menerima data tertulis dari para kepala desa yang wilayahnya terkena dampak bencana alam.
Kondisi ini diakui Suardi, mengharuskan pemerintah kecamatan merilis laporan tertulis kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Cq. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan mendasari laporan lisan para kepala desa.
Belum ada data resmi yang bisa dikeluarkan pemerintah kecamatan Bontosikuyu terkait  nama para korban bencana tersebut. Pasalnya, para kepala desa dinilai sangat lamban menyampaikan laporan tertulis kepada pemeritah kecamatan.
Fenomena serupa juga terjadi di beberapa wilayah kecamatan kepulauan Selayar, sepertihalnya yang terjadi di Desa Lambego, Kecamatan Pasimarannu. Dimana, kepala desa setempat, mengaku belum mengetahui berapa jumlah kerusakan yang terjadi di wilayahnya.
Sebab, dia sendiri sudah satu pekan terakhir berada di wilayah daratan ibukota Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.
Lain pula halnya dengan Camat Bontomanai, Nur Salam, SE yang saat berusaha dikonfirmasi wartawan by telefon selularnya, langsung membentak dan mempertanyakan status jabatan wartawan yang melakukan konfirmasi.
Pangkat kamu apa ? main perintah camat, silahkan cari sendiri datanya. Jangan hanya tahu tidur dan menunggu  camat bekerja untuk mencari data, cetus Camat Bontomanai dengan nada tinggi, sembari memutuskan hubungan perbincangan.
Menanggapi persoalan ini, Ketua Forum Peduli Selayar, Arsyil Ihsan menandaskan, sebahagian kecil pemerintah desa dan kecamatan di daerah ini dinilai acuh dan tidak peduli terhadap warga korban bencana.
Hal tersebut tersirat, saat sejumlah camat yang dimintai data dan informasi menyangkut perkembangan terakhir di wilayahnya masing-masing, pasca terjadinya bencana angin puting beliung dan banjir rob yang nota bene telah banyak menimbulkan korban dan kerugian material.
Ironisnya lagi, karena sebahagian kepala desa dan camat mengaku tidak berada di wilayahnya, saat bencana terjadi. Sehingga, mereka tidak banyak tahu tentang perkembangan di wilayah kerjanya.
Salah seorang oknum camat, bahkan dinilai cuek dan nyaris tidak memiliki kepedulian terhadap musibah bencana alam yang menimpa warganya. Menyusul, pemutusan komunikasi by telfon  yang dilakukan wartawan dengan camat bersangkutan. (*)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s