Pembiayaan Daerah Dinilai Boros Dan Tumpang Tindih

Sejumlah kegiatan pemerintah khususnya dunia pendidikan, pariwisata, perikanan dan kelautan serta perindustrian dan perdagangan di Kabupaten Kepulauan Selayar dinilai oleh sejumlah kalangan hanya pandai dan mampu jual kecap dimedia massa, demiakian dijelaskan oleh Edi Aduhai, Bidang Pemerhati Media Forum Peduli Selayar dalam siaran pers melalui radio cfm Selayar Selasa (22/2). Bisa disebut nyaris melakukan pembohongan publik, setidaknya sejumlah laporan pelaksanaan kegiatan sejumlah penggunaan anggaran dinilai fiktif. Misalnya penggunaan anggaran dilingkup dinas pendidikan khususnya bidang perencanaan kegiatan Dak Pendidikan, selanjutnya dibidang pendataan pertambangan dan energi serta perindustrian dan perdagangan, termasuk sektor pariwisata yang dinilai paling banyak memboroskan anggaran. Belum lagi sejumlah anggaran perencanaan pembangunan Selayar saat ini sementara gencar gencarnya mendapat sorotan publik menyangkut penggunaan anggaran yang dinilai terlalu mahal dan sangat rawan terjadi mark up.
Edi juga menjelaskan panjang lebar terkait rencana penggunaan anggaran kehumasan yang dinilai terlalu kemahalan termasuk diantaranya pembiayaan internet dan pembiayaan media yang dinilai terlalu mahal. Apalagi pembiayaan media dikehumasan pemkab Selayar ini mengarah pada terjadinya kkn yang mengancam kerugian daerah bila dilanjutkan. Ratusan juta rupiah telah dialokasikan untuk membiayai media cetak terbitan makassar, sementara bila diperhitungkan dengan oplah dan pembiayaan pembayaran akan terlihat celah harga yang sangat terkesan kemahalan. Belum lagi adanya program kegiatan yang tidak seharusnya menjadi alokasi anggaran dibidang tertentu. Misalnya adanya penganggaran pengadaan bibit rumput laut di Bagian Perencanaan Dan Pembangunan daerah serta adanya program sosialisasi sanitasi di Bagian Humas. Ada apa dengan penyusunan pembiayaan daerah ini ? ujar Edi.
Edi juga menyesalkan banyaknya perencanaan pembangunan tanpa melihat aspek dan efek terkait pelaksanaannya. Misalnya adanya perencanaan pembangunan jembatan dari padang ke pulau pasi dongkalang serta adanya perencanaan pembiayaan amdal jalan menuju bandara,senilai ratusan juta rupiah. Ironisnya sejumlah perencanaan tersebut hanya dimonopoli oleh seorang broker dan pengusaha jasa konsultan yang khabarnya di backingi oleh oknum anggota dewan berinisian AA”.ujar Edi diradio.
Dalam menutup siaran pers di MCI ini, Edi sebagai jubir FPS menegaskan agar pihak pihak terkait serta aparat negara yang bertugas di wilayah Selayar turut memberikan masukan tambahan agar sektor penganggaran sejumlah kegiatan yang dinilai mubasssir dapat ditinjau kembali. Termasuk adanya dugaan kerugian negara dilingkup pengelolaan media Humas Pemkab Selayar dalam tahun 2010 dan 2011 .
Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s