Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Feri KM Takabonerate Selayar Belum Tuntas, Barang Bukti Belum Dikembalikan

Pembelian KM Takabonerate Sisahkan Beban Pemkab Selayar

Proses pembelian Kapal Ferry KM Takabonerate beberapa waktu lalu kini mulai berbuntut panjang. Karena, pada proses pembelian kapal tersebut diduga harga kurang transparan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Baso, SH kepada wartawan menuturkan, Dalam sebuah kesempatan perjalanan menuju Makassar dengan menumpangi kapal ferry KM. Takabonerate, dirinya sempat melakukan perbincangan singkat dengan nakhoda kapal KM. Takabonerate, Andi Bahtaruddin.

Dalam perbincangan tersebut, Andi Baso mengungkapkan, meski bukan orang tekhnis, tapi yang pasti, dirinya bisa menaksirkan, bila harga kapal KM. Takabonerate ini tidak akan sampai miliaran rupiah, kenangnya mengurai kembali materi perbincangannya dengan Andi Bahtaruddin”.

Kepada wartawan yang menyambanginya di rumah kediaman pribadinya hari Jumat, (8/2) malam, Andi Baso juga menjelaskan, pasca persidangan kasus KM. Takabonerate di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Makassar, Majelis Hakim dalam putusan eksekusinnya sudah sangat jelas menandaskan, agar, PT. Selayar Utama Coorporation segera mengembalikan barang bukti KM. Takabonerate ke Kabupaten Selayar.

Namun sampai saat ini pihak PT. SUC belum juga melaksanakan perintah pengadilan. Bahkan, sejak dibelinya sampai sekarang, PT. SUC baru satu kali menyetor kewajiban pengembalian pinjamannya kepada Pemkab Selayar, itupun, baru sebesar Rp 60.000.000

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar juga harus menanggung kerugian pelunasan biaya tambat kapal kepada Pemerintah Probolinggo sebesar Rp. 30.000.000 per bulan.

Pemkab Kepulauan Selayar, bahkan telah beberapa kali menerima telepon dari sejumlah pihak yang ingin membeli kapal KM. Takabonerate. Salah satunya dari pengusaha pembeli besi tua di daerah Probolinggo dengan penawaran Rp 2.500 per kilo. Harga itu, bila besi kapal dipotong sendiri oleh pihak pengusaha. Tapi, kalau kapal dipotong Pemerintah Kabupaten Selayar harganya naik sampai angka Rp 3.000 per kilo. (fdy)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayarterkini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s