Gunakan Fasilitas Dan Anggaran Apbd, Rambah Dana Ke Skpd

Singkat saja menerjemahkan bahasa dalam bundel peraturan daerah tentang anggaran anggaran yang teralokasi mungkit belum cukup mampu mengartikan hal yang sebenarnya dimaksud dalam seribuan lebih lembaran kertas dengan angka angka pembiayaan kegiatan setahun daerah ini. Sehingga dimungkinkan terjadi sebuah hal diluar ketentuan secara etika dan secara moral dalam pelaksanaannya. Kasian para wakil rakyat yang kemudian tidak mampu membaca paparan rumus rumus bahasa dalam bundel tersebut. Akibatnya banyak hal yang sangat perlu pengkajian ulang sehingga tidak akan muncul sebuah kegiatan yang bersifat semi monopoli. Sebutlah sebuah kegiatan yang menggunakan fasilitas dan anggaran Apbd,kemudian pelaksana kegiatan tersebut merambah dana ke Skpd yang juga menggunakan anggaran dengan sumber Apbd. Sama saja anggarannya double, bila tujuan pembiayaan dari anggaran yang dikeluarkan dari sumber yang sama. Memang bahasa berbeda namun arti kemungkinan besar akan sama, termasuk tujuannya juga menjadi patokan. Bila ini ditelusuri maka akan menjadi lebih irit lagi tentunya. Perlu diketahui, bahwa bila terjadi hal seperti ini maka bisa saja terjadi unsur atau faktor sengaja oleh person per person yang terkait didalamnya. Dan bila personnya pejabat maka kemungkinan besar akan dapat terkena sangsi dalam jabatan dan kewenangannya. 

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di Forum Peduli Selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s