FPS : Rentan Terjadi Pemborosan Anggaran Apbd Selayar, Ditinjau Dari Asas Manfaat

Singkat saja menerjemahkan bahasa dalam bundel peraturan daerah tentang anggaran anggaran yang teralokasi dalam Apbd Selayar 2012 yang saat ini siap digunakan, mungkin sebagian belum cukup mampu mengartikan, perihal yang sebenarnya apa yang dimaksud dalam angka angka pembiayaan kegiatan setahun dalam Apbd. Sehingga akan terjadi sebuah hal diluar ketentuan secara etika dan secara moral dalam pelaksanaannya.
Arsil Ihsan, ketua FPS dalam bincang bincang dengan sejumlah wartawan dan aktivis lsm di taman edan MC-I Selayar malah sempat melontarkan kalimat “Kasian para wakil rakyat yang  tidak mampu membaca paparan rumus rumus bahasa dalam bundel tersebut” soalnya ada banyak hal yang seharusnya masih perlu pengkajian malah tidak terdeteksi. Misalnya dalam pembiayaan penggunaan Internet dilingkup sekretariat daerah yang bila di rangkum akan mencapai angka ratusan juta rupiah pertahun. Bayangkan saja bila hal sekecil itu tidak mampu dibaca dengan nalar. Apakah karena ketidak tahuan atau ketidak mampuan menganalisa.  Dan banyak lagi hal yang sangat perlu pengkajian ulang dengan maksud tidak akan muncul sebuah kegiatan yang nantinya merupakan pemborosan saja atau kemahalan.

Arsil kemudian memberikan contoh contoh dengan menggambarkan banyaknya program kegiatan yang tumpang tindih, termasuk adanya kegiatan rutin yang menggunakan fasilitas dan anggaran Apbd, tapi kemudian pelaksana kegiatan tersebut merambah dana ke Skpd yang juga menggunakan anggaran dengan sumber Apbd yang sama, mirisnya karena tidak ada sedikitpun yang kemudian menjadi pengimbang dana masuk bagi daerah, lantas dana yang diburu dan didapatkan dari skpd dipakan, tegasnya. Ini sama saja disebut anggarannya double atau kalau dibenarkan sesuai peraturan yang menjadi dasar bagi mereka, pasti ada pertanggungjawaban pendapatan plus dan minus. kalau tidak ada maka ini sama saja dengan penggelapan dana negara alias korupsi. Arsil menambahkan, seharusnya bila aitem dalam perencanaan pembiayaan yang tertera dalam apbd  bertujuan sama, maka seyogyanya pelaksana yang terbiayai tersebut, tidak lagi mencari pembiayaan ke skpd yang sumber anggarannya dari apbd  yang sama. Memang bahasa berbeda namun arti dan tujuan kegiatan atau program, kemungkinan besar akan sama dan ini juga menjadi patokan pengkajian.
 Bila ini ditelusuri maka akan terlihat pemborosan dana apbd di daerah ini. Padahal Bupati kerap mengarahkan jajarannya agar dalam penyusunan anggaran bisa  menjadi lebih irit lagi namun tidak mengganggu kinerja dan menghalangi kegiatan dan program pembangunan.

 Perlu diketahui, bahwa bila terjadi hal seperti ini maka bisa saja terjadi unsur atau faktor sengaja oleh person per person yang terkait didalamnya. Dan bila personnya pejabat maka kemungkinan besar akan dapat terkena sangsi dalam jabatan dan kewenangannya kunci Arsil.

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayarterkini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s