JPU Tuntut Terdakwa 20 Tahun Penjara Sidang Penembakan Istri Polisi

Sidang lanjutan kasus dugaan penembakan seorang istri polisi yang mendudukkan suaminya sendiri, Briptu Dedi Arisandi sebagai terdakwa kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Kepulauan Selayar, Rabu, 14 Desember. Agendanya, pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam dakwaannya yang dibacakan Agus Darmawijaya, JPU menuntut terdakwa 20 tahun penjara. Tuntutan tersebut ditetapkan setelah diduga melakukan pembunuhan berencana sesuai dakwaan pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Terdakwa diduga memiliki niat menghabisi nyawa istrinya sendiri setelah sempat terlibat cekcok di rumah dinas istrinya pertengahan tahun lalu. 
Salah seorang keluarga korban, Andi Jumriana Palaloi mengatakan, dirinya sangat bersyukur lantaran terdakwa dituntut hingga 20 tahun penjara. Tuntutan tersebut, kata dia, sudah setimpal dengan apa yang telah diperbuatnya dengan membunuh istrinya sendiri yang masih memiliki anak kecil yang butuh menyusui. Selain itu, istrinya adalah seorang pendidik yang bertugas di daerah terpencil di Pulau Pasimarannu, Kepulauan Selayar. Hanya saja, dia khawatir nantinya akan ada lagi perubahan saat majelis hakim membacakan putusannya kepada terdakwa. 
“Jelas pasal yang dikenakan yakni 340 sudah tepat. Memang sangat kuat dugaan dia pelakunya. Buktinya, saat kejadian yang berada di rumah adalah terdakwa bahkan dia sendiri yang membawa keluar istrinya setelah meninggal akibat luka tembak,” katanya usai sidang pembacaan tuntutan, Rabu, 14 Desember.
Selain itu, Jumriana juga berharap agar nantinya pemeriksaan tidak dilakukan setengah-setengah. Bahkan, dia mengatakan jika ada persoalan yang belum terungkap di persidangan yakni dari mana senjata api yang digunakan terdakwa untuk menembak istrinya hingga tewas. Hal ini, kata dia, belum pernah tersentuh padahal, kemungkinan ada tersangka lain yang akan terseret jika ini dibuka. Kejari pun dia minta agar berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap masalah tersebut. “Ini yang perlu disimak juga. Kita mau apa yang dia lakukan ini tuntas betul,” Tambahnya..
Majelis hakim yang terdiri atas Muhammad Asri, SH, sebagai hakim ketua dan Syahreza Papelma SH, MH serta Mahir Sikki ZA, SH masing-masing sebagai anggota usai pembacaan sidang tersebut langsung menskorsing sidang dengan agenda sidang selanjutnya pembelaan terdakwa. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan meminta pihak terdakwa menyiapkan materi pembelaannya. “Silakan terdakwa menanggapi tuntutan saudara tersebut dengan melakukan pembelaan pada sidang mendatang. Saudara tetap punya hak untuk membantah atau membela diri,” kata ketua majelis. (sumber :http://www.fajar.co.id )

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s