Hasil Laut Selayar Yang Belum Teroptimalkan

Selayar, yang merupakan daerah kepulauan bisa diprediksi kalau daerah ini pasti kaya akan hasil-hasil laut. Belum lagi daerah perairan kabupaten yang berjuluk”Tanadoang” ini termasuk jauh dari hiruk-pikuk dan polusi industri-industri modern. Air lautnya yang masih jernih, bukan saja mengundang decak kagum pelancong dan pencita rekreasi pantai dan laut, juga bisa jadi merupakan sebuah surga bagi habitat-habitat air laut. Terumbu karangnya yang masih tergolong utuh, merupakan hamparan medan yang tiada tandingnya buat berbagai jenis ikan dan komunitas-komunitas lain. Nelayan-nelayan dari seberang daerah pun banyak yang merasa tertantang untuk ikut menikmati hasil laut – hasil laut tersebut. Demikian juga nelayan-nelayan lokal yang memang masih sangat tertinggal dari segi teknologi. Akan tetapi sejauh ini, masih terlampau banyak potensi-potensi hasil laut tersebut yang belum dikelolah secara optimal. Dan kenyataan ini sebetulnya bisa menjadi lahan yang kondusif buat pengusaha-pengusaha hasil laut untuk ikut menggali potensi-potensi tersebut. Berikut ini, beberapa contoh potensi-potensi hasil laut Selayar yang selama ini belum dikelolah secara optimal.
Packing Before Delivery (Pengemasan)
Prosesing ikan atau hasil laut lainnya oleh para nelayan akan bisa mendapatkan nilai tambah bila saja dilakukan pengemasan yang lebih baik lagi sebelum disampaikan ke pihak kedua dan ketiga atau sebelum diekspor. Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi, karena pengenapakan hasil-hasil laut itu bukan saja berpengaruh pada penampilan yang seterusnya bisa menjadi nilai jual tambahan, juga lebih dari itu bisa menambah nilai kwality yang lebih terjamin.
Second Value (Pemamfaatan Bagian Terbuang)
Pada dasarnya hasil-hasil laut yang termanfaatkan saat ini lebih cendrung pada dagingnya semata. Sisa ikan yang sudah diekspor berupa ekor, tulang, kepala, dan jeroan bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama makanan ternak. Bahan-bahan ini bisa dijadikan tepung tulang yang mempunyai kadar kalsium sangat tinggi. Padahal kalsium-kalsium ini sangat diperlukan oleh unggas dan ikan, dan bahkan manusiapun sangat memerlukannya. Tepung ikan, selain sebagai pakan unggas, juga bisa dijadikan kripik yang lezat.
Di Indonesia sendiri sebetulnya sudah banyak perusahaan-perusahaan pakan ternak besar, namun ironisnya kebanyakan bahan bakunya kebanyakan masih diimpor dari negeri seberang. Lalu kenapa kita tidak memanfaatkan potensi yang sebetulnya banyak di negeri sendiri. Hitung-hitung untuk sedikit menghemat devisa, dan me-rem laju melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Tourism Destination (Obyek Parawisata)
Warga negera-negara maju, yang setiap hari dicekcoki oleh segudang kesibukan, memiliki mimpi untuk bisa melepaskan penatnya dengan bersantai ria di sebuah daerah dengan pemandangan laut yang berwarna “emerald green”. Dan Selayar mempunyai potensi-potensi tersebut. Terumbu karang yang senantiasa mengundang selera para pencinta indahnya laut. Luasnya laut di perairan Selayar, serasa berteriak bahwa segala habitat laut yang ada, bisa anda lihat di sini. Hanya saja pemanfaatan ke arah itu masih berjalan setengah hati. Masih sebatas wacana tanpa implementasi kongkrit. Jadi wajar kalau potensi sarana wisata bahari itu masih dipandang sebelah mata oleh pelancong-pelancong mancanegara. 
Pearl Comodity(Budidaya Kerang Mutiara)
Budidaya kerang mutiara belum pernah dicoba di Selayar. Padahal dengan kejernihan dan kebersihan air perairan Selayar sangat menjanjikan sebuah mutiara yang berkwalitas tinggi. Belum lagi arus air yang hampir tidak berhenti, melengkapi kayanya perairan itu dengan planton-planton santapan sang mutiara. Hal ini sangat berpotensi untuk dicoba. Tentu pada awalnya dalam skala kecil sebagai usaha eksperimen study kelayakan. Tentu kalau alur pemikiran kita tidak hanya bisa berkutik di sudut-sudut area yang lebih mementingkan segala sesuatu yang serba instant. Di samping point-point di atas, masih banyak potensi-potensi yang kurang mendapat perhatian. Dengan berbagai keunggulan laut perairan Selayar, secara akal sehat, lebih berpotensi untuk membudidayakan rumput laut dari pada daerah tetangga seperti Takalar(Lihat tulisan dengan tema ini!). 
Pemanfaatan dan pemprosesan ikan asing yang belum memenuhi standar keamanan konsumen, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kalau saja semua ini bisa teroptimalkan, selain kepercayaan konsumen, kita juga bisa mendapatkan keuntungan yang besar, baik dari hasil utama maupun dari segi berkurangnya limbah keluaran olahan hasil-hasil laut kita. (reprocfm for onlinre/Jam’an & AF, Bogor-Jakarta)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di ppwi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s