Pelabuhan Pamatata dan Pattumbukang Selayar

Kondisi alam daerah Selayar yang terbentuk dari gugusan banyak pulau membuat alat transportasi laut mempunyai peranan yang sangat penting. Dari zaman perahu layar, berangsur berubah menjadi perahu bermesin alias kapal motor, hingga adanya Fery saat ini, transportasi lautlah yang menjadi andalan masyarakat Selayar untuk berinteraksi dengan pihak luar, ataupun antar pulau dalam wilayah kepulauan Selayar sendiri.

Saat ini, Pelabuhan Fery Pamatata, menjadi pintu gerbang utama memasuki daratan Selayar lewat laut. Dan fasilitas penyebrangan berupa Fery ini, sudah mulai terasa jauh dari cukup. Berbagai usaha mulai dilakukan untuk perbaikan tersebut, yang salah satunya pembangunan pelabuhan PELNI di kawasan Pamatata.

Pembangunan pelabuhan PELNI yang lokasinya itdak jauh dari pelabuhan Fery di ujung utara Pulau Selayar itu, diharapkan bisa memperlancar arus keluar masuk Selayar. Menurut rencana, pelabuhan iniakan disinggahi kapal yang berlayar dari arah wilayah timur menuju wilayah barat Indonesia. Demikian juga sebaliknya.

Perancangan Selayar menjadi arus Timur-Barat Indonesia via laut, mengingatkan kita pada peta arus perdagangan kawasan kepulauan Nusantara beberapa abad yang lalu. Saat itu, Selayar menjadi pusat transit kapal-kapal saudagar dari berbagai penjuru. Hal itu ditandai dengan banyaknya situs barang antik di dasar laut di sekitar kepulauan Selayar. Dan secara logika, posisi Kepulauan Selayar memang sangat strategis, menghubungkan timur dan barat, demikian juga wilayah utara dan selatan.

Bila pelabuhan itu sudah beroperasi, Pamatata akan berfungsi sebagai pelabuhan transit Fery rute pelayaran Bira – Pamatata — Pattumbukang – Kec. Kepulauan (Takabonerate, Pasimasunggu, Pasilambena) — NTT (Reog, Sikka). Untuk sementara, pelayaran itu direncanakan akan menggunakan kapal KMP. BELLIDA dan KMP. BONTOHARU. Sementara jadwal pelayaran direncanakan 1 kali dalam seminggu, berangkat setiap hari Kamis. Mengingat kondisi perairan Selayar yang tergolong ganas, maka pelayaran akan ditunda jika cuaca tidak memungkinkan.

Menurut rencana, Dari Bira juga akan diadakan rute pelayaran tambahan yaitu Bira — Bau-Bau dengan kapal KMP. SANGKE PALLANGA. Jadwal keberangkatan dari Bira direncanakan 1 kali seminggu, setiap hari Selasa. Jadwal ini konon akan sering berubah sesuai kondisi serta keadaan penumpang yang akan berlayar ke tujuan tersebut.(Sharben – Selayar Dotcom)

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di Tabloid Selayar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s