Gunung Lokon Meletus, 1.105 Orang Diungsikan

Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, hingga pukul 21.30 WITA malam ini mencapai 1.105 orang atau 391 kepala keluarga. Mereka berasal dari 9 desa yang meliputi 9 kecamatan di Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa Selatan.

Jumlah ini meningkat dibanding tadi siang yang baru mencapai 489 jiwa dari 124 kepala keluarga, termasuk balita 56 orang dan 2 orang bayi dari Keluraha Kaskasen 1, Kelurahan Kinilow dan Kelurahan Kinilow 1 yang ditampung di SMA Kristen I kel Talete II, Tomohon.

Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Peningkatan jumlah pengungsi disebabkan masyarakat merasa aman tinggal di pos pengungsi pada malam hari. Tetapi, pada pagi atau siang hari, pengungsi kembali ke rumah masing-masing dan menjalan aktivitas sehari-hari. Selanjutnya sore dan malam mereka kembali lagi ke tempat evakuasi.

“Semua pengungsi ditampung di SMA Kristen I Kelurahan Talete II, Kota Tomohon,” ujarnya dalam rilis yang diterima okezone, Selasa (12/7/2011).

Dia menambahkan, proses evakuasi dibantu oleh TNI/Polri setempat. Selain itu, guna membantu pelaksanaan tanggap darurat, Provinsi Sulawesi Utara, dan BNPB juga mengirimkan berupa tikar 400 Lembar, makanan siap saji 200 paket, makanan tambahan gizi 200 paket, lauk pauk 200 paket, tenda gulung 200 lembar, tenda keluarga 5 unit, selimut 400 lembar, dan masker 250 buah.

“Total bantuan Rp199.636.400. Bantuan tersebut akan diberangkatkan malam ini setelah melihat perkembangan kondisi kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sutopo menjelaskan, evakuasi terhadap penduduk terpaksa dilakukan setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan radius 3,5 kilometer sebagai Kawasan Rawan Bencana 2 seiring dengan terjadinya letusan pukul 13.15 WITA siang tadi.

Di radius tersebut terdapat 28.047 orang yang tinggal di 9 desa meliputi 9 kecamatan di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Selatan. Jika terjadi erupsi besar, arah angin bertiup ke arah Barat Laut-Utara, sehingga mengarah ke Kota Manado.

Wali Kota Tomohon juga telah menetapkan masa tanggap darurat terhitung mulai tanggal 29 Juni 2011 hingga 12 Juli 2011.

“Berdasarkan data tahun 1815 hingga sekarang, letusan Gunug Lokon sering terjadi namun belum pernah menimbulkan korban meninggal. Umumnya hanya abu dan pasir di sekitar Tomohon dan Minahasa Selatan,” katanya.(Okezone)

Iklan

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayarterkini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s