Mantan Bupati Kabupaten Selayar Dihukum

Antikorupsi.Org
11/7/2011 09:02 WIB
Mantan Bupati Selayar Dihukum

Kapal yang dibeli tak sesuai dengan spesifikasi.Mantan Bupati Selayar, Sulawesi Selatan, periode 2000-2005, M. Akib Patta, dihukum 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Makassar kemarin. Hakim Ketua Andi Haedar, dengan anggota Abner Situmorang dan Cahyono, menyatakan bahwa terdakwa Akib terbukti melakukan korupsi dalam proses pengadaan kapal penyeberangan Feri Taka Bonerate di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Kasus dugaan korupsi mantan penguasa Selayar itu mencuat pada 2002. Kapal feri itu dibeli untuk dioperasikan dari dermaga penyeberangan Pamatata, Kabupaten Selayar, ke Bira, Kabupaten Bulukumba. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Selayar bekerja sama dengan perusahaan swasta dengan mendirikan perseroan terbatas, PT Selayar Utama Coorporation (SUC).

Pemerintah kabupaten memegang saham 70 persen dengan penyertaan modal sebesar Rp 2,5 miliar. Sisanya, 30 persen, adalah milik swasta dengan penyertaan modal Rp 1,071 miliar.

November 2001, pemerintah kabupaten mengambil dana APBD sebesar Rp 2 miliar untuk membayar panjar pembelian kapal buatan pada 1994 dari PT Anugerah Pelita Bahari senilai Rp 5,5 miliar. Pada Januari 2002, pemerintah kabupaten meminjam dana ke Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan sebesar Rp 3,5 miliar dengan menjaminkan APBD Selayar tahun 2002-2003. Langkah ini dilakukan atas persetujuan DPRD.

Pemerintah kabupaten seolah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan rencana itu. Tapi, nyatanya, kapal yang dibeli tak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan semula, melainkan jenis landing craft tank (LCT) yang nilainya jauh di bawah harga yang dikeluarkan. Dengan anggaran sebesar Rp 5,5 miliar, seharusnya bisa diperoleh dua LCT, ujar hakim.

Kapal yang telah dibeli telah dimodifikasi dan kapasitas mesinnya tidak sesuai dengan spesifikasi. Feri sempat beroperasi satu tahun, tapi kemudian rusak. Di persidangan terungkap bahwa PT SUC baru satu kali menyetor kewajibannya ke pemerintah daerah sebesar Rp 50 juta.

Akib tak sendirian mempertanggungjawabkan perbuatannya ke pengadilan. Komisaris Utama PT SUC Jenewali Rahman dan Pemimpin Proyek Pengadaan Kapal Penyeberangan Rosman disidangkan di Pengadilan Negeri Selayar untuk kasus yang sama.

Vonis hakim Haedar itu sebenarnya lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum Muhammad Yusuf dan Yeni Adriani, yang meminta terdakwa dihukum 4 tahun penjara. Tapi Akib dan tim penasihat hukumnya, Ali Abbas, menilai hukuman itu terlalu berat.

Menurut Akib, yang dilakukannya hanya untuk membantu menyediakan kebutuhan warga di wilayahnya. Hukuman itu terlalu berat. Saya tidak pernah mencuri dan semua itu saya lakukan hanya untuk rakyat, katanya. Ia menyatakan banding atas putusan hakim. irmawati

Sumber: Koran tempo, 10 Maret 2006

Iklan

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayarterkini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s