Hari Buruh International 2011

Hari buruh internasional 1 mei 2011 di peringati oleh berbagai elemen buruh se dunia. Di tangerang setidaknya ada beberapa perwakilan yang tergabung dalam FRONT OPOSISI RAKYAT INDONESIA Tangerang, di antaranya dari FSKBU, SERABUTAN, DKR, PUK-SPSI PT. TIRTA MARTA, PUK-GSPMI PT.SAT ALFA Cikokol, FSBB PT.PMJ, PUK-TSK SPSI PT.ADIS, PRD (Perhimpunan Rakyat Pekerja)

   Gabungan front ini meneriakan orasi orasi yang menuntut kepada pemerintah agar lebih mensejahtrakan rakyat pekerja. Aksi ini di mulai dari sekitar jalan baru cikupa tangerang yang akan melanjutkan aksi longmarch ke jakarta. Dlam selebaran yang mereka bawa ada beberapa hal yang mereka tuntut kepada pemerintah
“KEPUNG DAN DUDUKI BANDARA SOEKARNO HATTA UNTUK MENUNTUT”
1. Upah layak nasioonal
2. Hapus pekerja kontrak dan outsourcing
3. Stop union busting
4. Pendidikan gratis untuk rakyat
5. Kesehatan gratis untuk rakyat
6. Tanah garapan untuk petani
7. Subsidi BBM untuk nelayan
8. 1 mei sebagai hari libur Nasional

    Dalam selebaranya mereka juga menulis

FOR Indonesia ( Front Oposisi Rakyat Indonesia) Tangerang
May day 2011
“Hancurkan Neoliberalisme, Bangun kekuatan rakyat rakyat bergerak, Tuntut hidup layak”
Salam rakyat pekerja,

Kebali pada tanggal 1 mei 2011, sebagian rakyat pekerja di indonesia akan memperingati Hari buruh internasional atau mayday. Sudah beberapa tahun terakhir in barisan rakyat pekerja indonesia selalu turun ke jalan dan memenuhi pusat pusat kekuasaan pada tanggal 1 mei untuk mendesak dan menuntut pemerintah agar meningkatkan kesejahteraan bagi rakyat pekerja. Tuntutan tuntutan peningkatan kesejahteraan pun selalu di lontarkan oleh kaum buruh kepada pemerintah. Artinya pemerintah tentu saja sudah sangat hafal dan paham mengenai apa yang di inginkan oleh kaum buruh.

    Namun apa hasilnya? Tuntutan pemberian upah layak nasional hanya di balas dengan pemberian kenaikan upah sebesar 8,69% saja. UMP yang paling tinggi adalah provinsi papaua barat sebesar Rp. 1.410.000 dan yang paling rendah adalah provinsi jawa tengah sebesar Rp.675.000. Bahkan UMK Tangerang sbesar Rp.1290.000 di gugat oleh Apindo di PTTUN. itupun pemerintah memenangkan gugatan dari Apindo tersebut, Sehingga kaum buruh harus menelan pil pahit dengan terancam di turunkanya menjadi Rp.1.243.000 . Jelas ini membuktikan bahwa pemerintah tidak berpihak pada rakyat pekerja.

    Tuntutan penghapusan sistem kerja kontrak outsourcing pun tidak di hiraukan oleh pemerintah pendukung neoliberalisme ini. Lembaga buruh internasional (ILO) melansir data bahwa di indonesia ada 65% pekerja kontrak outsourcing Artinya hanya 35% pekerja tetap di indonesia atau 9,5 juta orang.
Kebijakan sistem kerja kontrak outsourcing adalah salah satu kebijakan yang kenyengsarakan kehidupan kaum buruh. Sistem kerja kontrak outsourcing yang di landasi oleh penerapanUU 13/2003 Tentang ketenaga kerjaan menyebabkan rakyat pekerja tidak memiliki KEPASTIAN KERJA. Pekerja kontrak dan outsourcng akan rentan menerima intimidasi bahkan PHK ketika menerima masalah dari perusahaan atau bahkan ingin terlibat dalam serikat Buruh. Pada tahun 2010 hampir 75-80% buruh atau pekerja outsourcing kalah dalam kasus ketenagakerjaan di pengadilan Hubungan Industrial (PHI) atau kalaupun menang mereka akan kesulitan mendapatkan pesangon.

     Pemberangusan Serikat Buruh ( UNION BUSTING) juga menjadi fenomena yang marak akhir akhir ini. Mutasi atau bahkan kriminalisasi terhadap pengurus serikat buruh juga kerap kali di lakukan oleh para pemilik modal.
Belum lagi kebijakan privatisasi yang sangat rentan terhadap PHK. Pendidikan mahal untuk rakyat, tidak adanya tanh garapan buat petani, di cabutnya subsidi untuk rakyat dan tidak addanya pelrindungan sosial bagi para buruh dan rakyat pada umumnya semakin memperparah keterpurukan yang di alami rakyat Indonesia.

Itulah gambarankondisi perburuhan di indonesia saat ini. Sudah berulang kali kaum buruh mendesak kepada pemerintah agar memberikan hak hak kesejahteraan bagi buruh. Namun selalu di abaikan. Seluruh orang yang bekerja di indonesia , baik yang bekerja pada pabrik, di kantor, di institusi pendidikan, di perbankkan, atau di manapun akan sangat rentan kondisi kesejahteraan ketika pemerintah saat ini tidak pernah peduli terhadap nasib para pekerjanya.

Sudah saatnya kondisi yang sangat mencekik leher kaum buruh di indonesia di rubah. Namun perubahan tersebut tidak mungkin kita sandarkan kepada pemerintah Neoliberal seperti pemerintah saat ini hanya akan memberikan keuntungan kepada para pemilik modal. Terbukti di berbagai kebijakan di bidang perburuhan. Untuk merubah kondisi saat ini momentum May day 2011 harus di manfaatkan untuk memberikan tamparan bagi pemerintah Neoliberal

Iklan

Tentang MC-I Selayar

Medianya Orang Selayar
Pos ini dipublikasikan di selayarterkini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s